• Selasa, 29 November 2022

Imigrasi Tindak Tegas Promotor Terduga Penipuan Konser K-Pop 'We All Are One'

- Rabu, 23 November 2022 | 21:14 WIB
Imigrasi Tindak Tegas Promotor Terduga Penipuan Konser 'We All Are One'  (imigrasi.go.id)
Imigrasi Tindak Tegas Promotor Terduga Penipuan Konser 'We All Are One' (imigrasi.go.id)

RADIOWEBINDO - Seorang WN Korea Selatan (Korsel) dengan inisial PJ diamankan Ditjen Imigrasi pada Selasa 21 November 2022 lalu atas dugaan penipuan dan pelanggaran izin tinggal di Indonesia.

PJ merupakan promotor Konser K-Pop We All Are One yang awalnya akan diselenggarakan pada tanggal 11 dan 12 November lalu yang masuk ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VOA).

“Saya sudah perintahkan Direktur Wasdak (Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, red) agar tegas dan tetap berpegang pada aturan hukum dalam menangani kasus tersebut, karena sudah banyak masyarakat Indonesia yang dirugikan karena sudah telanjur membeli tiket,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Widodo Ekatjahjana pada Rabu 23 November 2022.

Pada 05 November 2022 lalu, pihak penyelenggara melalui akun instagram resmi mereka @weareallone_official mengumumkan adanya pengunduran konser hingga bulan Januari 2023.

Baca Juga: Dispatch Bagikan Rekaman Audio yang Berisi Ancaman dari CEO Hook Ent Kepada Lee Seung Gi

Ketidakjelasan tersebut mengundang amarah penonton yang sudah membeli tiket. Hingga saat ini para penonton terus membagikan tweet dengan hashtag #weallareone_refundmymoney agar PJ sebagai CEO bisa segera ditemukan dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Sebelumnya, empat orang WN Korsel ditangkap petugas imigrasi pada Senin (21/11) di pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan atas dugaan penyalahgunaan VOA untuk bekerja.

Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa mereka ternyata adalah anggota tim kreatif yang didatangkan PJ dari Korea Selatan untuk acara yang berbeda. Penangkapan ini membawa petugas kepada PJ, yang kemudian turut diamankan karena kedapatan menggunakan VOA untuk bekerja di Indonesia, di samping melakukan dugaan tindakan penipuan.

“Hingga saat ini kasus masih kami dalami dan sedang dilakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Saya menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan modus penipuan melalui konser-konser K-Pop seperti ini,” pungkas Widodo.

Halaman:

Editor: Zahra Annisa

Sumber: imigrasi.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X