• Jumat, 9 Desember 2022

Sadari! Ini Dampak Krisis Iklim terhadap Kehidupan

- Minggu, 30 Oktober 2022 | 08:54 WIB
Ilustrasi krisis iklim (Pixabay/Tumisu)
Ilustrasi krisis iklim (Pixabay/Tumisu)

RADIOWEBINDO- Pernahkah kamu mendengar tentang krisis iklim? Atau mendengar tentang rotasi bumi yang belakangan terasa begitu cepat? Benarkah krisis iklim menjadi penyebabnya? Simak penjelasannya berikut ini!

Fenomena hari terpendek di Bumi
Pada 29 Juni 2022, terjadi rotasi atau perputaran bumi yang lebih cepat dari biasanya. Sehingga, yang terjadi adalah hari tersebut selesai lebih cepat 1,59 milidetik dari 24 jam. Namun pada miliaran tahun yang lalu pun pernah terjadi hari yang lebih singkat, yakni hanya 19 jam.

Seiring berjalannya waktu, hari menjadi lebih panjang 2,3 milidetik setiap abad. Penyebabnya adalah efek gesekan terkait pasang surut yang dialami oleh bulan. Bahkan pada saat akhir zaman es, hari menjadi lebih singkat.

Baca Juga: Mengenal Leptospirosis, Penyakit yang Sering Muncul di Musim Penghujan

Ini bertolak belakang dengan kejadian sebelumnya yang dalam 20.000 tahun terakhir rotasi bumi menjadi semakin cepat. Ketika es kutub mencair, tekanan permukaan bumi akan berkurang dan mantel bumi menuju kutub. Hal tersebut membuat bumi berputar pada porosnya sehingga hari menjadi lebih pendek 0,6 milidetik setiap abadnya.

Beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan rotasi bumi dari dalam atau permukaan bumi, yaitu:

  1. Gempa bumi: mendorong Bumi menuju pusat dan membuatnya menjadi berputar lebih cepat.
  2. Cuaca dan iklim: bisa mempercepat atau memperlambat rotasi bumi.
  3. Pasang surut: efek yang ditimbulkan seiring dengan faktor lainnya dapat mengubah laju rotasi bumi sementara.
  4. Chandler Wobble: fenomena ini menunjukkan adanya penyimpangan kecil pada sumbu rotasi bumi.
  5. Faktor lainnya, yakni pergerakan atmosfer, arus laut, dan ekstraksi air tanah.

Dampak lain yang dipengaruhi oleh Krisis Iklim

Kabarnya, 58% (218 dari 375) penyakit menular pada manusia disebabkan oleh perubahan iklim yang tidak menentu.

Para peneliti menelusuri literatur medis mengenai beberapa penyakit dan menemukan bahwa hal ini diperparah oleh satu dari sepuluh jenis cuaca ekstrem terkait dengan perubahan iklim. Studi ini memetakan 1.006 jalur yang menemukan keterkaitan antara bencana iklim dengan orang sakit.

Masalah yang ditimbulkan oleh krisis iklim seperti banjir, gelombang panas, dan kekeringan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan manusia.

Saat ini, telah ditemukan bahwa persoalan iklim berkaitan dengan berbagai penyakit menular seperti:

  1. Bencana banjir bisa menyebarkan hepatitis.
  2. Lautan dan gelombang yang panas dapat mencemari makanan laut.
  3. Peningkatan suhu panas juga dapat memperpanjang usia nyamuk pembawa malaria.
  4. Kekeringan menyebabkan tikus dan kelelawar yang terinfeksi virus akan menularkan infeksinya kepada manusia.

Editor: Alfia Sudarsono

Sumber: The Conversation

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Eye Make Up untuk Mata Sensitif

Selasa, 6 Desember 2022 | 10:53 WIB
X