• Jumat, 19 Agustus 2022

Waktu Pelaksanaan, Tata Cara, dan Keutamaan Puasa Dzulhijjah

- Rabu, 29 Juni 2022 | 11:39 WIB
Ilustrasi puasa Dzulhijjah  (Pixabay/mohamed_hassan )
Ilustrasi puasa Dzulhijjah (Pixabay/mohamed_hassan )

RADIOWEBINDO- Sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan Dzulhijjah 1443 Hijriah atau 2022 Masehi yang di dalamnya terdapat Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban. Di bulan ini pula, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah. 

Waktu pelaksanaan puasa Dzulhijjah, mengutip situs web Nahdlatul Ulama, Rabu (29/6/2022), adalah tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah. Khusus tanggal delapan dinamakan puasa Tarwiyah dan tanggal sembilan disebut puasa Arafah.

Untuk durasinya, sama seperti puasa pada umumnya, yakni dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Bagi orang yang memiliki utang puasa Ramadan, diperbolehkan mengqadanya bersamaan puasa sunnah Dzulhijjah.

Baca Juga: Gratis Dimainkan Mulai Hari Ini, Berikut Perubahan Baru dalam Game Fall Guys

Bahkan, menurut Sayyid Bakri Syatha (w. 1892 M.) dengan mengutip fatwa Al-Barizi, andaikan puasanya hanya niat qada, maka mendapat pahala keduanya.

Puasa Dzulhijjah 2022 Jatuh pada Tanggal Berapa? 

Puasa arafah di bulah Dzulhijjah jatuh setiap tanggal 9 Dzulhijjah. Namun sebagian besar ulama menganjurkan untuk mengerjakan puasa sunnah lainnya mulai tanggal 1 sampai dengan 9 Dzulhijjah. 

Berdsarkan kalender Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), awal bulan Dzulhijjah 1443 H akan jatuh pada tanggal 1 Juli 2022. Sehingga puasa sunnah 9 hari pertama di Bulan Dzulhijjah dapat dimulai dari tanggal 1 Juli hingga 9 Juli 2022. 

Namun, biasanya PBNU dan pemerintah akan kembali menginformasikan penetapan awal Bulan Dzulhijjah setelah mereka berhasil melihat hilal. Hilal menjadi pertanda pergantian bulan untuk umat Islam. 

Baca Juga: Sejarah dan Tema Hari Keluarga Nasional 2022 yang Diperingati Setiap 29 Juni

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Dilipatgandakan pahalanya adalah salah satu keutamaan puasa sunnah Dzulhijjah. Pahala ibadah pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah mendapat pahala berlipat ganda daripada ibadah di bulan lain.

Rasulullah bersabda, yang artinya, "Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar." (HR At-Trmidzi)

Keutamaan lainnya adalah penghapusan dosa. Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapuskan puasa Arafah adalah dosa kecil (An-Nawawi, Syarah Muslim, juz 3, h. 113). Hari pembebasan dari siksa neraka juga termasuk dalam keutamaan puasa sunnah tersebut. Disebutkan bahwa hari Arafah adalah hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka daripada hari-hari lainnya.

Baca Juga: Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Amalan Bulan Dzulhijjah

Pemahaman atas pembebasan atas siksa neraka ini merujuk pada sabda Rasulullah, yang artinya, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Ia mendekat, lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata, 'Apa yang mereka inginkan?'" (HR Muslim)

Selain berpuasa, mengutip muslim.or.id, amalan lain yang disarankan selama bulan Dzulhijjah adalah dzikir. Lebih diutamakan untuk berdzikir di 10 hari pertama bulan ini dengan memperbanyak membaca takbir, tahlil, dan tahmid.

Ibadah lainnya adalah membaca al-qur'an, sedekah, dan kurban. Allah SWT berfirman yang artinya, "Maka salatlah kamu untuk Tuhanmu dan berkurbanlah!" (QS. Al-Kautsar: 2)

"Barang siapa yang salat seperti kita salat, dan berkurban seperti kita berkurban, maka sungguh ia telah mengerjakan kurban dengan benar. Dan barang siapa yang menyembelih kurbannya sebelum salat Iduladha, maka kurbannya tidak sah." (HR. Al Bukhari)

Editor: Alfia Sudarsono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

6 Ide Lomba 17 Agustus yang Seru dan Meriah

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:28 WIB

3 Resep Masker Tomat untuk Mencerahkan Wajah

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 16:11 WIB
X