• Senin, 5 Desember 2022

4 Rangkaian Hari Raya Nyepi yang Dilakukan Umat Hindu di Bali

- Rabu, 2 Maret 2022 | 22:02 WIB
Ilustrasi pasangan Bali (Pixabay/ivocitalk )
Ilustrasi pasangan Bali (Pixabay/ivocitalk )

RADIOWEBINDO- Umat Hindu dari berbagai wilayah Indonesia akan melaksanakan Nyepi pada tanggal 3 Maret 2022. Dalam peringatan tersebut ada beberapa ritual yang harus dilakukan baik sebelum maupun sesudah Nyepi.

Berikut kegiatan yang dilakukan saat perayaan Nyepi:

1. Upacara Melasti

Dua hari sebelum hari raya Nyepi, biasanya umat Hindu melaksanakan upacara Melasti.

Ritual Melasti adalah rangkaian hari Raya Nyepi dan maknanya sebagai pemurni yang didedikasikan untuk Dewa Agung, Hyang Widhi Wasa. Pada upacara pertama, Melasti, umat Hindu memperoleh air suci dari laut untuk membersihkan benda-benda suci seperti Arca, Pratima, dan Pralingga.

Baca Juga: 10 Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun 2022

Tujuan dari ritual Melasti adalah pembersihan kita masing-masing (bhuana alit) dan alam semesta (bhuana agung). Perolehan air suci disebut Tirta Amerta, air/sumber kehidupan. 

Pelaksaaan Upacara Melasti dilengkapi dengan berbagai sesajian sebagai simbol Trimurti, tiga dewa dalam Agama Hindu. Tiga dewa tersebut yakni Wisnu, Siwa, dan Brahma, serta Jumpana, singgasana Dewa Brahma.

2. Tawur Kesanga atau Mecaru

Kegiatan selanjutnya adalah Tawur Kesanga atau Mecaru, yang dilaksanakan H-1 sebelum perayaan Nyepi. Kegiatan ini identik dengan pawai festival ogoh-ogoh yang dilaksanakan di daerah Kuta Bali.

Ogoh-ogoh sendiri adalah boneka raksasa terbuat dari bubur kertas dan rangka bambu. Ogoh-ogoh merupakan representatif dari sifat buruk atau jahat manusia sehingga bentuk ogoh-ogoh rata-rata menyeramkan. 

Pada akhir acara pawai, ogoh-ogoh akan dibakar sebagai lambang pembersihan sifat jahat manusia yang dilenyapkan dalam ritual Nyepi. Karena ukurannya yang besar, ogoh-ogoh harus diangkat beramai-ramai. 

3. Hari Raya Nyepi

Kegiatan Nyepi dilakukan selama 24 jam, biasanya dimulai pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya.

Nyepi secara tradisional adalah hari keheningan mutlak yang dipatuhi oleh umat Hindu Bali, bahkan penduduk non-Hindu, berdasarkan empat sila Catur Brata:

  1. Amati Geni: Tidak ada api atau cahaya, termasuk tidak ada listrik, bahkan tidak memasak.
  2. Amati Karya: Tidak ada bentuk aktivitas fisik kecuali hal-hal yang didedikasikan untuk pembersihan dan pembaruan spiritual
  3. Amati Lelunganan: Tidak ada gerakan atau bepergian. Bandara ditutup, tidak ada masuk atau keluar bali, serta jalan-jalan dipatroli oleh Pecalang.
  4. Amati Lelanguan: Puasa dan tidak ada pesta pora / hiburan diri atau kegembiraan umum.

4. Ngambak Geni

Upacara terakhir dari rangkaian hari Raya Nyepi dikenal sebagai Ngambak Geni atau Labuh Brata. Upacara ini merupakan ritual yang dilakukan pada Hari Tahun Baru resmi.

Hari terakhir adalah ketika Catur Berata Penyepian berakhir dan umat Hindu Bali mengunjungi keluarga mereka, tetangga, dan kerabat.

Sehari setelah Nyepi, yang dikenal sebagai Ngambak Geni, kegiatan sosial kembali seperti biasa.

Editor: Alfia Sudarsono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Simak! Ini Sejumlah Manfaat Yoga untuk Tubuh dan Pikiran

Minggu, 27 November 2022 | 09:53 WIB

Cara Mudah Menonton Siaran Televisi Digital

Kamis, 3 November 2022 | 11:56 WIB

Kenali Fomepizole, Obat untuk Pasien Gagal Ginjal Akut

Selasa, 1 November 2022 | 21:05 WIB
X