FIFA Selidiki Kontroversi Bendera Nasional Kosovo di Ruang Ganti Timnas Serbia

- Minggu, 27 November 2022 | 18:00 WIB
Foto bendera Kosovo yang bertuliskan 'Kami tidak menyerah' tersebar saat kekalahan Serbia 2-0 usai melawan Brasil di Piala Dunia Qatar pada Jumat (25/11/2022) (Twitter @HCeku)
Foto bendera Kosovo yang bertuliskan 'Kami tidak menyerah' tersebar saat kekalahan Serbia 2-0 usai melawan Brasil di Piala Dunia Qatar pada Jumat (25/11/2022) (Twitter @HCeku)

RADIOWEBINDO- FIFA akan menyelidiki asosiasi sepak bola Serbia setelah kontroversi foto-foto bendera Kosovo yang tergantung di ruang ganti timnas Serbia.

Seperti diketahui, bendera Kosovo yang bertuliskan "Kami tidak menyerah" tersebar usai Serbia kalah melawan Brazil 2-0 pada Piala Dunia Qatar, Jumat lalu (25/11/2022).

"Komite Disiplin FIFA telah membuka proses melawan Asosiasi Sepak Bola Serbia karena bendera yang dipajang di ruang ganti mereka pada pertandingan Brasil vs Serbia," kata FIFA dalam sebuah pernyataan pada Sabtu dikutip dari Aljazeera (27/11/22).

Baca Juga: Tiga Orang Tewas dan Delapan Orang Luka-luka Akibat Penembakan di 2 Sekolah di Brasil

“Sidang dibuka berdasarkan Pasal 11 Kode Disiplin FIFA dan Pasal 4 Peraturan Piala Dunia FIFA 2022,” tambahnya.

Gambar bendera tersebut menjadi viral di media sosial saat dibagikan oleh Hajrulla Ceku, Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kosovo.

"Gambar memalukan dari ruang ganti Serbia, menampilkan pesan kebencian, xenofobia, dan genosida terhadap Kosovo, sambil mengeksploitasi platform Piala Dunia FIFA," kata Ceku di Twitter.

“Kami mengharapkan tindakan nyata dari FIFA mengingat Federasi Sepak Bola Kosovo adalah anggota penuh FIFA dan UEFA,” tambahnya.

Baca Juga: Alami Cedera Pergelangan Kaki, Neymar Dipastikan Absen dalam Laga Grup G Hadapi Swiss

Sementara itu Kosovo Football Federation (FFK) juga melapor melalui tweetnya, "FFK mengutuk keras tindakan agresif terhadap Republik Kosovo yang ditunjukkan oleh Serbia dalam 'Qatar 2022'."

"Piala Dunia adalah acara kegembiraan dan persatuan, seharusnya mengirimkan pesan harapan dan perdamaian, bukan pesan kebencian. Kami meminta FIFA untuk mengambil tindakan terhadap tindakan tersebut," tulis FFK.

Kosovo yang mayoritas penduduknya Albania mengklaim kemerdekaan dari Serbia pada 2008 dan sekarang telah menjadi anggota FIFA. Namun Serbia tidak mengakui kedaulatannya.

Editor: Alfia Sudarsono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anthony Ginting Gagal ke Final India Open 2023

Sabtu, 21 Januari 2023 | 19:42 WIB
X