• Kamis, 1 Desember 2022

Satu Jenazah Ditemukan, Korban Tewas Gempa Cianjur Menjadi 272 Orang

- Jumat, 25 November 2022 | 07:03 WIB
Tim gabungan menemukan satu orang yang sebelumnya dilaporkan hilang, dalam kondisi tewas, Kamis (24/11/2022). (Instagram sar_nasional )
Tim gabungan menemukan satu orang yang sebelumnya dilaporkan hilang, dalam kondisi tewas, Kamis (24/11/2022). (Instagram sar_nasional )

RADIOWEBINDO- Satu orang warga yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi tewas, Kamis (24/11/2022). Dengan demikian, total korban akibat gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022) berjumlah 272 orang.

"Hari ini satu jenazah ditemukan. 272 meninggal dunia,165 telah diidentifikasi by name by address, 107 jenazah masih terus diidentifikasi. Sementara itu korban luka-luka 2.046 orang, warga mengungsi 62.545 orang," ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan persnya di Kantor Bupati Cianjur.

Kepala BNPB menambahkan, masih ada korban hilang di satu wilayah desa akibat tertimbun longsor yang terjadi pascagempa. 

Baca Juga: Anak 5 Tahun Ditemukan Selamat Setelah 3 Hari Tertimbun Reruntuhan Akibat Gempa Cianjur

"Korban hilang 39 di Cijedil, Kecamatan Cugenang akibat longsor, tujuh diantaranya orang sedang melintas dan ada saksi mata yang melihat," jelasnya. 

"39 jiwa ini sudah teridentifikasi nama dan alamatnya," lanjutnya. 

Hingga saat ini, pihak BNPB juga masih melakukan pendataan kerugian materil.

"Total rumah rusak 56.311, rusak berat 22.267 unit, rusak sedang 11.836 unit dan rusak ringan 22.208 unit. Data ini akan diverifikasi dengan batasan yang sudah ada, ada Permen PUPR tentang spesifikasi kategori rumah rusak," kata Suharyanto. 

Baca Juga: Jerman Kalah 1-2 dari Jepang pada Laga Pembuka Grup E Piala Dunia 2022

Menurut Kepala BNPB, penanganan bencana masih akan terus dilakukan. Namun untuk hari ini, tim gabungan masih berfokus dalam pencarian dan penyelamatan korban. 

"Kegiatan hari ini selain melakukan SAR, pendistribusian logistik telah berjalan lebih baik, jadi para Camat sudah ambil logistik kebutuhannya dan didistribusikan ke desa dan desa mendistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan," tutur Suharyanto. 

Sementara itu, bagi masyarakat yang keluarganya meninggal akibat gempa, dapat melengkapi surat sebagai syarat untuk mendapatkan santunan dari pemerintah. 

"Yang anggota keluarganya meninggal, agar segera melengkapi surat pernyataan kematian yang dikeluarkan dari fasilitas kesehatan, ini menyangkut bantuan dan santunan, salah satu syaratnya adalah surat tersebut," ungkap Suharyanto. 

Kepala BNPB menuturkan bahwa penanganan bencana adalah urusan bersama, sehingga banyak pihak terlibat dalam penanganan bencana gempa Cianjur ini. 

Baca Juga: Gunakan Vaksin IndoVac, Presiden Jokowi Disuntik Booster Kedua

"BNPB memegang  unsur komando tapi yang bergerak seluruh kementarian, lembaga, TNI/Polri dan relawan," terangnya. 

"Kami terus mendata unsur lain yang ikut serta dalam penanganan bencana, 333 organisasi dan 4.674 peronil dari organisasi masyarakat, dunia usaha dan relawan terlibat, sudah dibagikan tugasnya masing-masing," imbuh Suharyanto. 

Selain itu, Suharyanto berharap, lokasi bencana bukan tempat wisata, sehingga jika tidak membantu penanganan diharap tidak datang. 

"Kepada masyarakat yang tidak berkepentingan, bencana bukan untuk dilihat, bukan tempat wisata, tapi sesuatu yang harus dipecahkan bersama, Polres dan Kodim untuk bertindak tegas namun humanis untuk memberikan penjelaskan ke kelompok masyarakat ini agar tidak menggangu penanganan bencana," tegasnya. 

Selanjutnya, untuk mengantisipasi peristiqa serupa, Kepala BNPB menuturkan bahwa pemerintah akan membuat rumah contoh tahan gempa bagi masyarakat.

"Pekan depan akan dibangunkan rumah tahan gempa sebagai contoh di lokasi terdampak, jadi masyarakat bisa memilih sendiri," pungkasnya. 

Editor: Alfia Sudarsono

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X