Peringatan Qatar terhadap 'Komunitas Pelangi' di Piala Dunia 2022 Tuai Beragam Reaksi

- Senin, 14 November 2022 | 16:51 WIB
FIFA World Cup Qatar 2022 (Twitter @FIFAWorldCup)
FIFA World Cup Qatar 2022 (Twitter @FIFAWorldCup)

RADIOWEBINDO- Beberapa waktu lalu kelompok penggemar sepak bola LGBT menyatakan akan memboikot Piala Dunia 2022 Qatar karena “ltidak adanya tanggapan FIFA seputar perlakuan Qatar terhadap komunitas LGBT.

Langkah itu diambil menyusul pernyataan Duta Piała Dunia, Khalid Salman, yang menegaskan bahwa homoseksualitas adalah 'kerusakan dalam pikiran' dan 'kerusakan spiritual dan "haram" di negara emirat yang mayoritasnya Muslim. 

Juru kampanye veteran Peter Tatchell bahkan ditangkap setelah menggelar protes LGBT pertama di Qatar untuk menyoroti pelanggaran hak asasi manusia menjelang acara pertandingan sepak bola terbesar itu.

Baca Juga: Presiden Jokowi dan Presiden MBZ Resmikan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Simbol Persahabatan Indonesia-UEA

Menanggapi hal tersebut, Qatar pun memberikan peringatan terhadap 'komunitas pelangi' yang memprotes kebijakannya pada penyelenggaraan Piala Dunia 2022 mendatang.

"Negara ini akan menjadi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia FIFA pada November 2022 dan ada kekhawatiran serius atas pilihan tuan rumah karena sikap mereka terhadap komunitas LGBT," ujar Kepala Keamanan Piala Dunia di Qatar, Abdullah Al Nasari.

Al Nasari juga menyatakan bahwa anggota komunitas dapat menyampaikan pendapat mereka tetapi tidak mentolerir penghinaan terhadap masyarakat Qatar.

“Jika Anda ingin mengungkapkan pandangan Anda tentang penyebab LGBT, lakukanlah dalam masyarakat yang akan menerimanya. Jangan datang dan menghina masyarakat Qatar. Kami tidak akan mengubah agama selama 28 hari," lanjutnya.

Baca Juga: Ledakan Bom di Istanbul Tewaskan 6 Orang dan Puluhan Luka-luka

"Jika seseorang mengibarkan bendera pelangi di stadion dan dilakukan penyitaan, itu bukan karena kami ingin menyinggung perasaannya, tetapi untuk melindunginya dari penonton lain yang berpotensi melakukan penyerangan kepadanya. Tiket yang Anda beli adalah untuk menghadiri pertandingan sepak bola, bukan untuk berdemonstrasi,” tutup Al Nasari.

Pernyataan tersebut, kemudian memicu berbagai reaksi dan komentar yang bersikeras bahwa itu adalah piala dunia, bukan "piala agama".

“Jika Anda ingin orang menonton pertandingan sepak bola dan tidak berdemonstrasi, maka agamamu harus pergi menonton pertandingan sepak bola dan tidak berdemonstrasi. Ini Piala Dunia, bukan piala agamamu” komentar @to******7.

“Mari kita menghormati budaya orang lain. Ini adalah sepak bola dan bukan pameran budaya. Tolong jangan menghina budaya Qatar selama pertandingan. Mari kita hormati batasan budaya,” ucap @Wa*******E.

“Setuju dengan dia. Jika Anda ingin pergi ke Qatar, tinggalkan perilaku LGBT Anda di rumah. Ini hanya 28 hari, setelah itu Anda bisa pulang dan bertindak sesuka Anda,” tambah @Fr*********n.

“Dia benar. Anda datang ke negara dan budaya yang berbeda, lalu Anda tidak menghormati kepercayaan mereka. Anda datang ke rumah saya, maka Anda harus bersikap hormat kepada saya," tulis@St***********C.

Editor: Alfia Sudarsono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Turki Terus Bertambah

Selasa, 7 Februari 2023 | 07:05 WIB
X