• Jumat, 9 Desember 2022

Jelang Tahun Baru 2023, Pemerintah Imbau Masyarakat Waspada Lonjakan Kasus COVID-19

- Minggu, 23 Oktober 2022 | 13:12 WIB
Ilustrasi virus COVID-19 varian Omicron  (Pixabay/Alexandra_Koch )
Ilustrasi virus COVID-19 varian Omicron (Pixabay/Alexandra_Koch )

RADIOWEBINDO- Jelang 2023, masyarakat diminta waspada terhadap COVID-19 yang biasanya melonjak pasca libur natal dan tahun baru.

Pemerintah menyebut, kenaikan kasus telah nampak di negara tetangga Indonesia seperti Singapura, sehingga Indonesia harus tetap waspada. Kenaikan kasus COVID-19 di Singapura yang tadinya hanya ratusan kasus sekarang naik menjadi 6.000 kasus per hari, lebih tinggi dari kenaikan kasus di Indonesia yakni 2.000 kasus per hari.

''Ujiannya nanti akan kita lihat di awal tahun depan karena beberapa varian baru seperti BA.2.7.5 sudah terjadi di India,'' ujar Menteri Kesehatan Budi Sadikin pada Capaian Kinerja Pemerintah tahun 2022 yang disampaikan secara virtual, Jumat (21/10/2022) di Jakarta.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Varian XBB Telah Ditemukan di Indonesia, Masyarakat Dihimbau Waspada

Di bulan Juli hingga Agustus 2022 hampir seluruh dunia mengalami kenaikan yang tinggi karena varian Omicron B4 dan B5. Sementara di Indonesia pada bulan tersebut termasuk satu dari beberapa negara yang kenaikannya sangat sedikit.

Menkes menyebut, hal itu disebabkan karena strategi penanganan pandemi di Indonesia yang relatif baik. Selama enam bulan dari awal tahun itu Indonesia tidak mengalami lonjakan masif, padahal biasanya enam bulan perrama merupakan siklus kenaikan gelombang karena ada varian baru.

''Jadi artinya memang Indonesia sudah berhasil menangani pandemi dengan recovery lebih baik. Terutama di bulan Juli hingga Agustus ini masih ada tantangan karena varian baru masih akan tumbuh,'' ucap Menkes Budi.

Menurut Budi, Indonesia beruntung karena proses vaksinasi berjalan dengan baik. Hingga saat ini, sebanyak 440 juta dosis telah disuntikkan ke lebih dari 204 juta orang, sehingga imunitas masyarakatnya lebih baik.

Baca Juga: Kemenkes Umumkan 91 Obat yang Dikonsumsi Pasien Gagal Ginjal Akut

Ditambah lagi protokol kesehatan di Indonesia juga relatif lebih konservatif. Sampai sekarang masyarakat masih terbiasa memakai masker, sementara negara-negara lain sudah membuka masker dan itu sebabnya terjadi kenaikan yang cukup tinggi seperti di Singapura.

''Mudah-mudahan nanti di Januari- Februari 2023 kita bisa mencegah kenaikan kasus dengan baik seperti di bulan Juli-Agustus tahun ini. Sehingga Indonesia akan menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang selama 12 bulan berturut-turut tidak mengalami ada lonjakan kasus,'' ungkap Menkes.

Oleh karena itu, dibutuhkan bantuan dari masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan, pakai masker, rajin cuci tangan, dan yang belum vaksinasi booster segera lakukan.

Seperti diketahui, Indonesia sempat mengalami puncak kasus mencapai hampir 600.000 per hari. Sekarang sudah turun menjadi di bawah 2.000 per hari.

Selanjutnya, kasus kematian di Indonesia juga sempat tinggi mencapai 1.800 orang per hari. Sekarang sudah berhasil turun ke angka 17 sampai 19 orang per hari.

Editor: Alfia Sudarsono

Sumber: Kemenkes RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X