• Senin, 5 Desember 2022

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Akhirnya Ditahan

- Jumat, 30 September 2022 | 20:46 WIB
Putri Candrawathi ditahan atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J (YouTube POLRI TV RADIO )
Putri Candrawathi ditahan atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J (YouTube POLRI TV RADIO )

RADIOWEBINDO- Istri Ferdy Sambo, yang menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi akhirnya di tahun di Rutan Mabes Polri mulai hari ini, Jumat (30/9/2022).

“Untuk mempersiapkan mempermudah proses penyerahan berkas Tahap 2 hari ini saudara PC kita nyatakan, kita putuskan untuk ditahan di Rutan Mabes Polri,” ucap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di gedung Rupatama, Mabes Polri.

Kapolri Jenderal Sigit menuturkan, Putri Candrawathi sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi jasmani dan psikologi Putri Candrawathi baik dan memungkinkan untuk ditahan.

Baca Juga: Jadi Saksi Ahli di MK, Cholil Nafis Tegaskan Pernikahan Beda Agama Haram

“Hari ini juga kami telah melaksanakan pemeriksaan terkait dengan kondisi kesehatan, baik kondisi jasmani dan juga melakukan pemeriksaan psikologi. Baru saja kami mendapatkan laporan bahwa terkait dengan kondisi jasmani dan psikologi dari saudara PC saat ini dalam keadaan baik,” terang Kapolri.

Sebelumnya, pada 28 September 2022, Kejaksaan Agung telah menetapkan status P21 perkara Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto 55 dan 56 KUHP dengan lima tersangka, yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, dan Ricky Rizal.

Kejaksaan juga menetapkan P21 untuk Pasal 32 dan 33 jo 48 dan jo 49 Undang-undang ITE Tahun 2016 karena merusak barang bukti elektronik dalam kasus ini. Tujuh tersangka obstruction of justice, yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Putri menjadi tersangka kelima dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman mati, atau pidana penjara sumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun.

Baca Juga: Berkas Perkara Telah Lengkap, Ferdy Sambo, dkk Akan Segera Disidang

Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Agus Andrianto sebelumnya mengatakan, dari hasil penyidikan, ada empat aktivitas keterlibatan Putri Candrawathi dalam rangkaian pembunuhan Brigadir J.

Pertama, Putri Candrawathi ada di rumah pribadinya dan Ferdy Sambo di Saguling Tiga, Jakarta Selatan, saat suaminya menanyakan kepada ajudan lainnya, yakni Bharada Richard Eliezer dan Bripka Ricky Rizal, tentang kesanggupan keduanya menghabisi nyawa Brigadir J.

Kedua, penyidik mendapat bukti bahwa Putri Candrawathi yang mengajak Brigadir J ke rumah dinas di Duren Tiga, Jaksel, yang merupakan lokasi pembunuhan.

Ketiga, dua aktivitas itu berlanjut dengan dugaan turut serta Putri Candrawathi dalam pembuatan skenario palsu Ferdy Sambo untuk menutupi pembunuhan berencana tersebut.

Keempat, penyidik mendapatkan bukti lain terkait ‘uang jasa’ kepada RE, dan RR, serta Kuwat Ma’ruf (KM), yang merupakan asisten rumah tangga (ART) keluarga Sambo.

Editor: Alfia Sudarsono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X