• Senin, 5 Desember 2022

Mengenal Prof Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers yang Meninggal di Malaysia

- Senin, 19 September 2022 | 13:25 WIB
Profesor Azyumardi Azra  (Instagram prof.azyumardi)
Profesor Azyumardi Azra  (Instagram prof.azyumardi)

RADIOWEBINDO- Ketua Dewan Pers dan Cendekiawan Indonesia Profesor Azyumardi Azra meninggal dunia di RS Serdang, Selangor, Malaysia pada Minggu, (18/9/2022). Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur menyampaikan, penyebab kematiannya adalah kelainan jantung.

Azyumardi yang akrab disapa Prof Azra itu meninggal pada pukul 12.30 waktu Kuala Lumpur saat tengah berada di unit perawatan intensif bagi penderita gangguan jantung atau CCU.

Kala itu Prof Azra hendak menghadiri undangan dari Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) untuk hadir dalam Konferensi Internasional Kosmopolitan Islam yang dilaksanakan di Selangor, Malaysia, pada 17 September.

Baca Juga: Rangkaian Prosesi Pemakaman Ratu Elizabeth II

Guru Besar Universitas Sumatera Utara Profesor Budi Agustono yang terbang bersamanya sempat mengobrol dengan Prof Azra sejak di bandara Soekarno Hatta hingga di dalam pesawat. 

Namun 20 menit sebelum pesawat mendarat, ia tiba-tiba batuk tanpa henti dan berkeringat dingin. Meski pramugari telah memasangkan selang oksigen, Prof Azra masih tetap sesak napas.

Akhirnya setelah pesawat mendarat, Prof Azra langsung dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans. Ia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Serdang, Selangor.

Jenazah Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra rencananya dimakamkan pada Selasa, 20 September 2022 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Jadwal tersebut mengalami perubahan setelah jenazah Guru Besar UIN Jakarta ini disebutkan baru tiba pada Senin malam, 19 September 2022.

Baca Juga: Daftar Tamu Pemakaman Ratu Elizabeth: Siapa yang Diundang dan Siapa yang Tidak

Profil

Azyumardi Azra adalah akademisi dan cendekiawan Indonesia. Ia menjabat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998 hingga 2006.

Pada 2010, Azyumardi mendapatkan gelar kehormatan Commander of the Order of British Empire, sebuah titel dari Kerajaan Inggris. Hal itu menjadikannya sebagai orang Indonesia pertama yang mendapatkan gelar "Sir". 

Karier Azyumardi dimulai ketika masuk sebagai mahasiswa sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta 1982 silam. Selanjutnya, Azyumardi mendapatkan kesempatan menempuh S2 di Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah Columbia University tahun 1988. 

Di kampus yang sama, Azyumardi memenangkan beasiswa Columbia Presiden Fellowship dan pindah ke Departemen Sejarah. Di sana, Azyumardi mendapatkan gelar Master of Art (MA) pada tahun 1989. 

Satu tahun kemudian, Azyumardi mendapatkan gelar Master of Philosophy (M Phil) dari Departemen Sejarah Columbia University serta gelar doktor (Dr) dengan diseratasi berjudul The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay-Indonesian ‘Ulama ini the Seventeenth and Eighteenth Centuries. 

Baca Juga: Raja Charles Mengaku Tersentuh Oleh Simpati Publik Jelang Pemakaman Ratu Elizabeth

Desertasi tersebut dipublikasikan di Canbera (Australia), Honlulu (Hawaii), hingga Leiden (Belanda). 

Setelah kembali ke Indonesia, tahun 1993 Azyumardi mendirikan sekaligus menjadi pimpinan redaksi jurnal studi Islam, Studia Islamika. 

Pada Rabu, 18 Mei 2022 silam, Azyumardi terpilih sebagai Ketua Dewa Pers untuk periode kepengurusan 2022-2025. 

Azyumardi menikah dengan Ipah Farihah dan dikaruniai 4 anak, yakni Raushanfikri Usada, Firman El-Amny Azra, Muhammad Subhan Azra, dan Emily Sakina Azra.

Editor: Alfia Sudarsono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X