• Rabu, 28 September 2022

Tolak Permohonan Istri Ferdy Sambo, LPSK Pilih Lindungi Bharada E

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:36 WIB
Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo (YouTube KOMPASTV )
Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo (YouTube KOMPASTV )

RADIOWEBINDO- Setelah diberikan perlindungan darurat, permohonan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E untuk menjadi justice collaborator dalam kasus penembakan Brigadir J akhirnya dikabulkan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Diputuskan untuk menjadi terlindung LPSK sebagai justice collaborator," ucap Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo dalam konferensi pers di kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022).

Seperti diketahui, justice collaborator adalah seorang pelaku tindak pidana yang bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar sebuah kejahatan atau kasus yang dinilai pelik dan besar.

Baca Juga: Tata Cara dan Susunan Acara Upacara 17 Agustus

Menurut Hasto, LPSK menilai Bharade E memenuhi syarat sebagai tersangka yang bersedia bekerja sama dengan aparat hukum untuk membongkar kasus pidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Pasalnya, selain bukan pelaku utama, Bharada E juga menyatakan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada aparat penegak hukum tentang berbagai fakta terkait kejadian perkara.

"Bahkan keterlibatannya masih kami dalami, apakah yang bersangkutan menjadi master mind atau bagaimana. Tapi yang jelas, kami melihat peran yang bersangkutan ini kecil dan kami melihat yang bersangkutan tidak punya mens rea atau niatan untuk melakukan pembunuhan," terang Hasto.

Selain itu, Bharada E juga memenuhi dua syarat, yakni adanya ancaman dan adanya proses hukum yang harus segera dilalui Bharada E sehingga harus segera didampingi.

"Kedua-duanya memenuhi bahwa ancaman yang bersangkutan ada di dalam satu perkara pidana yang berdimensi struktural, di mana ada relasi kuasa di dalamnya dan yang bersangkutan ada di dalam strata yang rendah di dalam struktur pelaku tindak pidana," ujarnya.

Baca Juga: Alfamart Resmi Tunjuk Hotman Paris Hutapea Untuk Membela Pegawainya yang Diancam UU ITE

Sebelumnya, kuasa hukum Bharada E yang saat itu diwakili Deolipa Yumara dan M. Burhanuddin, menyampaikan permohonan justice collaborator pada 8 Agustus lalu. Kemudian, pada 13 Agustus LPSK memberikan perlindungan darurat sebelum penetapan justice collaborator.

Dalam konferensi pers tersebut LPSK juga secara resmi memutuskan untuk menolak permohonan perlindungan yang diajukan oleh istri Irjen Polisi Ferdy Sambo atas nama Putri Candrawathi. Putri awalnya mengajukan permohonan perlindungan soal dugaan kekerasan seksual dalam kasus kematian Brigadir J.

"LPSK memutuskan untuk menolak atau menghentikan penelaahan terhadap Ibu P ini karena memang tidak bisa diberikan perlindungan," kata Hasto.

Editor: Alfia Sudarsono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mulan Jameela Kritik Wacana Konversi Kompor Listrik

Jumat, 23 September 2022 | 15:35 WIB

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Resmi Dipecat dari Polri

Senin, 19 September 2022 | 14:38 WIB

Rangkaian Prosesi Pemakaman Ratu Elizabeth II

Senin, 19 September 2022 | 09:00 WIB

Mengenal Rasuna Said yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Rabu, 14 September 2022 | 11:21 WIB
X