• Rabu, 28 September 2022

Penulis Ayat-ayat Setan, Salman Rushdie Ditikam Saat Hendak Ceramah di New York

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 12:11 WIB
Salman Rushdie  (Instagram penamerica)
Salman Rushdie (Instagram penamerica)

RADIOWEBINDO- Salman Rushdie, yang novelnya The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan mendapat ancaman pembunuhan dari pemimpin Iran pada 1980-an, ditikam di leher dan perut pada Jumat (12/8/2022) oleh seorang pria. Ia ditikam yang saat akan memberikan ceramah di Chautauqua Institute, New York, Amerika Serikat.

Salman Rushdie yang berlumuran darah lalu diterbangkan ke rumah sakit dan menjalani operasi. Agennya, Andrew Wylie, mengatakan, ia menggunakan ventilator pada Jumat malam, dengan kondisi hati yang rusak, saraf yang terputus di lengan, dan mata yang kemungkinan besar akan hilang.

Polisi mengidentifikasi penyerang sebagai Hadi Matar, 24, dari Fairview, New Jersey. Dia ditangkap di tempat kejadian dan sedang menunggu dakwaan.

Baca Juga: Kasus Ferdy Sambo Disebut Rusak Citra Kepolisian, Mahfud MD: Justru Akan Mengharumkan

Matar lahir satu dekade setelah "The Satanic Verses" diterbitkan. Motif serangan itu tidak jelas, kata polisi negara bagian Mayor Eugene Staniszewski.

Seorang reporter Associated Press menyaksikan penyerang menghadapi Rushdie di atas panggung di Chautauqua Institution dan meninju atau menikamnya 10 hingga 15 kali saat dia diperkenalkan. Penulis tersebut lalu jatuh ke lantai, dan pria itu ditangkap.

Selain Salman Rushdie, moderator acara Henry Reese, 73, salah satu pendiri organisasi yang menawarkan residensi kepada penulis yang menghadapi penganiayaan, juga diserang. Reese menderita cedera wajah dan telah mendapatkan perawatan dari rumah sakit.

Reese dan Rushdie dijadwalkan membahas Amerika Serikat sebagai tempat perlindungan bagi para penulis dan seniman lain di pengasingan.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Ferdy Sambo Lakukan Jebakan Psikologis Untuk Perkuat Skenario Penembakan Brigadir J

Seorang polisi negara bagian dan seorang wakil sheriff daerah telah ditugaskan untuk kuliah Rushdie. Namun setelah serangan itu, beberapa pengunjung mempertanyakan mengapa tidak ada keamanan yang lebih ketat untuk acara tersebut, mengingat ancaman puluhan tahun terhadap Rushdie dan hadiah lebih dari $ 3 juta untuk siapa saja yang membunuhnya.

Seperti diketahui, Novel Salman Rushdie tahun 1988 The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan dipandang sebagai penghinaan terhadap Nabi Muhammad, oleh sejumlah umat muslim. Protes yang disertai kekerasan pun sering ditujukan terhadap Rushdie, yang lahir di India dari keluarga Muslim.

Sedikitnya 45 orang tewas dalam kerusuhan terkait buku tersebut, termasuk 12 orang di kota kelahiran Rushdie, Mumbai. Pada tahun 1991, seorang penerjemah Jepang dari buku itu ditikam sampai mati dan seorang penerjemah Italia selamat dari serangan pisau. Pada tahun 1993, penerbit buku Norwegia ditembak tiga kali dan selamat.

Buku The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan dilarang di Iran, di mana mendiang pemimpin Ayatollah Agung Ruhollah Khomeini mengeluarkan fatwa 1989, atau dekrit, yang menyerukan kematian Rushdie. Khomeini pun lalu meninggal pada tahun yang sama.

Pemimpin Tertinggi Iran saat ini Ayatollah Ali Khamenei tidak pernah mengeluarkan fatwanya sendiri untuk mencabut dekrit tersebut, meskipun Iran dalam beberapa tahun terakhir tidak berfokus pada penulisnya.

Baca Juga: Tanggapi Wacana Luhut Soal Usulan TNI/Polri Tugas di Kementerian, Presiden Jokowi: Belum Mendesak

Ancaman pembunuhan tersebut membuat Rushdie bersembunyi di bawah program perlindungan pemerintah Inggris. Rushdie muncul setelah sembilan tahun mengasingkan diri dan dengan hati-hati kembali tampil di depan umum, mempertahankan kritiknya yang blak-blakan terhadap ekstremisme agama secara keseluruhan.

Sentimen anti-Rushdie telah bertahan lama setelah keputusan Khomeini. Index on Censorship, sebuah organisasi yang mempromosikan kebebasan berekspresi, mengatakan, sejumlah uang dikumpulkan untuk meningkatkan jumlah hadiah atas pembunuhannya baru-baru ini pada 2016.

Rushdie menjadi terkenal dengan novelnya yang memenangkan Booker Prize 1981 "Midnight's Children," tetapi namanya dikenal di seluruh dunia setelah "The Satanic Verses."

Secara luas dianggap sebagai salah satu penulis terbaik Inggris, Rushdie dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 2008 dan awal tahun ini diangkat menjadi anggota Order of the Companions of Honor, sebuah penghargaan kerajaan untuk orang-orang yang telah memberikan kontribusi besar pada seni, ilmu pengetahuan atau kehidupan publik.

Editor: Alfia Sudarsono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mulan Jameela Kritik Wacana Konversi Kompor Listrik

Jumat, 23 September 2022 | 15:35 WIB

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Resmi Dipecat dari Polri

Senin, 19 September 2022 | 14:38 WIB

Rangkaian Prosesi Pemakaman Ratu Elizabeth II

Senin, 19 September 2022 | 09:00 WIB

Mengenal Rasuna Said yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Rabu, 14 September 2022 | 11:21 WIB
X