• Minggu, 3 Juli 2022

PM Ranil Wickremesinghe Nyatakan Sri Lanka Bangkrut

- Kamis, 23 Juni 2022 | 09:32 WIB
Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe (Instagram ranil_wickremesinghe)
Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe (Instagram ranil_wickremesinghe)

RADIOWEBINDO- Perekonomian Sri Lanka yang sarat utang telah hancur setelah berbulan-bulan kekurangan makanan, bahan bakar dan listrik. Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengatakan kepada anggota parlemen, bahwa negara Asia Selatan menghadapi situasi yang jauh lebih serius dan memperingatkan kemungkinan jatuh ke titik terendah.

“Ekonomi kita benar-benar ambruk,” katanya, Rabu (23/6/2022), dikutip dari India Today.

Krisis di pulau berpenduduk 22 juta ini dianggap yang terburuk sejak kemerdekaan pada tahun 1948.

Baca Juga: Mau Nonton Ronaldinho Berlaga di Kandang Arema? Ini Harga Tiketnya

Dalam kesempatan yang sama, Wickremesinghe mengungkapkan, perusahaan minyak milik negara yakni Ceylon Petroleum Corporation memiliki utang 700 juta dolar AS.

"Akibatnya, tidak ada negara atau organisasi di dunia yang bersedia menyediakan bahan bakar kepada kami. Mereka bahkan enggan menyediakan bahan bakar untuk uang tunai," ujarnya.

Dia juga memberitahu anggota parlemen bahwa USD 70 juta dari Bank Dunia dan USD 20 juta dari dana Pemerintah Sri Lanka akan dibayarkan untuk mengimpor 100.000 MT gas untuk menyelesaikan masalah segera.

Ranil Wickremesinghe mengatakan bahwa pada hari Senin, tim IMF tiba di Sri Lanka dan pembicaraan dengan kelompok itu akan berlanjut selama beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Mantan Pemain NBA Caleb Swanigan Meninggal di Usia 25 Tahun

"Kami telah menyelesaikan diskusi awal dan kami telah bertukar pikiran di berbagai sektor seperti keuangan publik, keuangan, keberlanjutan utang, stabilitas sektor perbankan dan jaringan jaminan sosial," ucapnya.

"Kami bermaksud untuk menandatangani kesepakatan tingkat resmi dengan IMF pada akhir Juli," lanjutnya.

Perdana Menteri Sri Lanka mengatakan, perwakilan dari firma penasihat keuangan dan hukum Lazard dan Clifford Chance sekarang berada di Sri Lanka untuk membantu upaya restrukturisasi utangnya. Kerangka restrukturisasi pembayaran utang pun sedang dirumuskan.

Selain itu, Senin depan, tim perwakilan dari Departemen Keuangan AS juga akan tiba di Sri Lanka. Selanjutnya, Sri Lanka akan menyelenggarakan konferensi bantuan kredit yang akan dipimpin oleh negara-negara pemberi pinjaman utama - India, Jepang dan Cina.

Baca Juga: KAI Akan Mem-Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta

"Ada beberapa konflik dan ketidaksepakatan di antara kami di masa lalu. Kami bekerja untuk menyelesaikan ini dan membina hubungan persahabatan sekali lagi. Setiap negara memiliki proses yang berbeda untuk memberikan pinjaman. Melalui konferensi bantuan kredit, kami berharap untuk mencapai kesepakatan umum konsensus pada proses pinjaman," terangnya.

"Jika kami menerima stempel persetujuan IMF, dunia akan kembali mempercayai kami. Ini akan membantu kami mendapatkan bantuan pinjaman serta pinjaman berbunga rendah dari negara lain di dunia," tutur Perdana Menteri.

Editor: Alfia Sudarsono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X