• Minggu, 3 Juli 2022

Mengenal Shireen Abu Akleh, Jurnalis Aljazeera yang Tewas Ditembak di Palestina

- Kamis, 12 Mei 2022 | 23:02 WIB
Shireen Abu Akleh (Instagram shireenabuakleh)
Shireen Abu Akleh (Instagram shireenabuakleh)

RADIOWEBINDO- Shireen Abu Akleh, adalah seorang jurnalis yang diduga ditembak mati oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang pada hari Rabu (11/5/2022). Ia dikenal sebagai jurnalis produktif yang karyanya dikenal di seluruh Timur Tengah.

Shireen Abu Akleh (51), telah bekerja untuk penyiar Qatar Al Jazeera sejak 1997 dan merupakan salah satu koresponden awal yang membantu membangun jaringan sebagai pemain internasional utama.

Shireen Abu Akleh memiliki kewarganegaraan ganda yakni AS-Palestina dari Yerusalem dan berasal dari keluarga Katolik. Dia meninggalkan seorang saudara laki-laki, Tony Abu Akleh.

Baca Juga: Pemerintah Kembali Terapkan PPKM, Ini Aturan Terbarunya

Wakil direktur Amnesty International Timur Tengah dan Afrika Utara Saleh Higazi menyebut, reporter veteran itu sebagai "orang yang sangat terkenal" dan mengatakan dia merasa hancur dengan berita pembunuhannya.

"Kami telah menerima pesan dari rekan-rekan kami di Timur Tengah dan Afrika Utara yang mengungkapkan kesedihan dan belasungkawa mereka, dan keterkejutan mereka mendengar berita itu," katanya kepada The New Arab.

"Semua orang tahu Shireen. Dia sudah melapor selama lebih dari seperempat abad sekarang," lanjutnya.

Sebelum bekerja untuk Al Jazeera, Shireen belajar di Universitas Yarmouk Yordania dan kemudian bekerja untuk Voice of Palestine Radio, Amman Satellite Channel, dan organisasi berita lainnya di Palestina.

Dia menjadi terkenal karena pelaporannya tentang Intifada Kedua, sebuah pemberontakan besar oleh orang-orang Palestina melawan pendudukan Israel pada tahun 2000.

Abu Akleh dikenal sebagai seorang jurnalisme yang karyanya inovatif dan menceritakan yang tak diceritakan.

Dalam sebuah video yang dibagikan Al Jazeera di media sosial setelah penembakannya, Shirern Abu Akleh mengatakan, "Saya memilih jurnalisme untuk menjadi dekat dengan orang -orang."

"Mungkin tidak mudah untuk mengubah kenyataan, tapi setidaknya saya bisa membawa suara mereka ke dunia," ucapnya.

Setelah kematian Shireen Abu Akleh, Israel dan Palestina kini saling tuduh soal siapa pelaku penembakan sebenarnya.

Editor: Alfia Sudarsono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X