• Sabtu, 21 Mei 2022

Masyarakat Diminta Kurangi Kegiatan Tatap Muka Untuk Menekan Penularan Kasus COVID-19 Terutama Varian Omicron

- Jumat, 21 Januari 2022 | 05:34 WIB
Ilustrasi social distancing  (Pixabay/cromaconceptovisual )
Ilustrasi social distancing (Pixabay/cromaconceptovisual )

RADIOWEBINDO- Meskipun para ahli dari World Health Organization (WHO) menyatakan COVID-19 varian Omicron belum memiliki gejala khas, namun untuk mengurangi resiko terpapar tetap harus mengurangi intensitas dalam beraktivitas.

Pemerintah saat ini tengah berupaya keras melakukan perbaikan berkelanjutan demi menekan penularan virus di komunitas.

"Presiden Joko Widodo telah memberi arahan seiring tren kenaikan kasus Omicron. Agar masyarakat meminalisir kegiatan tatap muka seperti bekerja dari kantor dengan sistem work from home (WFH) dan meminimalisir mobilitas ke luar negeri jika tidak mendesak," ujar juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/1/2022) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Paguyuban Pasundan Tuntut Arteria Dahlan Minta Maaf Secara Terbuka

Masyarakat yang masuk kelompok rentan diminta untuk mengurangi bepergian ke tempat yang ramai atau kerumunan, terutama bagi mereka yang tidak memungkinkan untuk divaksin.

Untuk mengantisipasinya, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terbaru melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) baik untuk wilayah Jawa Bali dan di luar Jawa - Bali.

Adapun penyesuaian untuk wilayah Jawa - Bali yaitu dirubahnya intensitas penyesuaian level kabupaten/kota di wilayah Jawa - Bali menjadi per satu minggu, sehingga akan dilakukan evaluasi level Kabupaten/kota pada tanggal 24 Januari 2022 mendatang.

Sementara untuk aturan PPKM di wilayah luar Jawa - Bali akan diperpanjang sampai 2 minggu kedepan atau sampai 31 Januari 2022.

Baca Juga: Kasus Omicron di Indonesia Naik, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Tidak Panik

Untuk wilayah Jawa - Bali, kembali ditetapkannya aturan kriteria orang yang boleh masuk ke wilayah fasilitas publik di wilayah Jawa - Bali seperti pusat perbelanjaan, tempat makan, tempat wisata, fasilitas olahraga, dan hotel

Aturannya, hanya boleh dimasuki oleh orang dengan status hijau di aplikasi PeduliLindungi atau mereka yang telah mendapatkan 2 dosis vaksin. 

"Mari kita bersama-sama bertahan untuk melawan COVID-19 bersama dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tetap produktif beraktivitas dengan hati-hati," ucap Wiku.



Editor: Alfia Sudarsono

Sumber: Satgas Covid 19

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Elon Musk Berencana ke Indonesia Bulan November

Minggu, 15 Mei 2022 | 10:17 WIB

Bill Gates Dinyatakan Positif COVID-19

Rabu, 11 Mei 2022 | 10:14 WIB
X