• Sabtu, 21 Mei 2022

Paguyuban Pasundan Tuntut Arteria Dahlan Minta Maaf Secara Terbuka

- Rabu, 19 Januari 2022 | 17:23 WIB
Paguyuban Pasundan tuntut permintaan maaf Arteria Dahlan atas pernyataannya yang memintaseorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dipecat karena berbicara bahasa Sunda saat rapat.  (Instagram paguyuban_pasundan)
Paguyuban Pasundan tuntut permintaan maaf Arteria Dahlan atas pernyataannya yang memintaseorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dipecat karena berbicara bahasa Sunda saat rapat. (Instagram paguyuban_pasundan)

RADIOWEBINDO- Paguyuban Pasundan melayangkan protes keras terhadap pernyataan Anggota DPR RI Arteria Dahlan, yang meminta Kejaksaan Agung untuk memberhentikan seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) karena berbicara bahasa Sunda saat rapat.

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi mengatakan apa yang dikatakan Arteri Dahlan dalam rapat dengar pendapat di Komisi II DPR RI, menyinggung dan melukai masyarakat Sunda.

"Oleh karena kami (Paguyuban Pasundan) ingin agar Pak Arteria Dahlan segera minta maaf kepada masyarakat Sunda untuk menghindari polemik yang lebih besar,” ucap Didi Turmudzi dalam siaran persnya, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga: Kasus Omicron di Indonesia Naik, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Tidak Panik

Didi menilai, sebagai politisi Arteria seharusnya memiliki jiwa patrionalisme dan menghormati setiap keberagaman suku bangsa yang ada di Indonesia, termasuk didalamnya suku Sunda.

Didi juga menyesalkan pernyataan sensitif yang terlontar dari seorang anggota DPR RI yang memang dipilih oleh rakyat dalam forum terbuka dan disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia, dan itu sudah dianggap suatu ucapan rasisme.

Padahal menurutnya, Anggota dewan harusnya paham sejarah perjuangan bangsanya dan sangat mengerti tentang kebhinekaan yang tentunya harus dijaga oleh segenap bangsa.

“Bukankah Bendera dan Bahasa sudah diatur dalam UUD?, Jika Bahasa daerah itu dilindungi bahkan di cantumkan juga jika Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Jadi apakah pantas seorang Anggota DPR mengemukakan hal yang bertentangan dengan UUD?,” ungkapnya.

Baca Juga: Puncak Omicron Diprediksi Februari-Maret, Masyarakat Dihimbau Jangan Panik

Meski demikian, Didi yakin jika Arteria Dahlan mau meminta maaf secara langsung kepada seluruh masyarakat Sunda atas kekeliruannya itu, masyarakat Sunda akan memafaakannya karena sejatinya orang Sunda itu memiliki sifat silih asih silih asah silih asuh.

“Sebagai Urang Sunda kami akan tetap menjaga NKRI secara utuh dengan persatuan, kesatuan dan selalu menghargai toleransi," terangnya.

Diketahui sebelumnya, saat rapat bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Arteria memintanya untuk memecat seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) karena berbicara bahasa Sunda saat rapat.

Editor: Alfia Sudarsono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Elon Musk Berencana ke Indonesia Bulan November

Minggu, 15 Mei 2022 | 10:17 WIB

Bill Gates Dinyatakan Positif COVID-19

Rabu, 11 Mei 2022 | 10:14 WIB
X